 |
| Tung Desem Waringin |
Motivator. Satu kata yang cukup akrab bagi masyarakat dalam satu
dasawarsa terakhir ini. Ada sederet nama yang sering muncul di ranah
publik. Baik melalui media seperti televisi, radio, media cetak maupun
pertemuan-pertemuan tatap muka dengan audiens.
Sebut saja Christian
Andrianto, Hermawan Kartajaya, Gede Prama, James Gwee,Bong
Chandra,Krisnamurti, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso serta Mario
Teguh.
Mereka semua berangkat dari titik yang sama, yakni
memotivasi orang untuk menjadi lebih baik. Mario Teguh yang kini sedang
naik daun misalnya,melalui website-nya memberikan tips-tips sukses yang
inspiratif untuk membangun keluarga yang harmonis dan penuh kasih. Pria
berkacama itu itu sering tampil di salah satu televisi nasional dengan
sambutan amat hangat.Para motivator memiliki kekhasan sendiri-sendiri.
Christian
Andrianto mengaku selalu memegang perkataan Guru Besarnya,Tung Desem
Waringin yang mengatakan ”Learn from the best, do the best, work with
the best, pray the best, expect the best, miracle happen”. Dia banyak
ikut seminar Tung Desem Waringin. Hermawan Kartajaya banyak dikenal
dalam dunia marketing dan banyak mengulas strategi pemasaran. Tung Desem
Waringin lain lagi. Ia terpilih menjadi salah satu tokoh The Most
Powerful People andIdeasinBusiness 2005versisalah majalah bisnis di
Indonesia.
Tung Desem Waringin telah berbicara dan menginspirasi
lebih dari 100.000 orang di dunia. Sedangkan Andrie Wongso ketika
membawakan seminarnya, selalu bersemangat dengan menggunakan tag line
andalannya,” Success is my right.” Gede Prama juga punya perjalanan yang
hebat. Ia pernah menjadi konsultan manajemen di televisi RCTI dan
perusahaan taksi Blue Bird. Dia sering menjadi pembicara publik dan
berbicara di berbagai forum, baik skala nasional maupun internasional.
Sudah puluhan tulisan motivasi yang keluar dari dirinya,baik lewat buku,
internet,dan media cetak. Ya,munculnya para motivator ini lebih
disebabkan oleh adanya sebuah pengharapan.
Pengharapan atas
apapun. Bisa kebahagiaan, kesukseksesan, kesejahteraan, keberhasilan,
kekayaan dan bahkan kekuasaan. Untukpencapaiantujuanitu dibutuhkan sosok
yang mampu membimbing, mengarahkan, memberi petunjuk dan nasehat agar
yang dikehendaki bisa tercapai. Dan itu semua bisa didapat melalui
seorang motivator. Dengan bekal pengalaman yang dimiliki,dan didukung
kemampuan persuasif yang mumpuni, para motivator tersebut mampu
menumbuhkan keyakinan pendengar atau pemirsanya.
Kemampuan
public speakingdari penceramah jiwa ini tak diragukan lagi.Ketika
mendengar mereka berceramah seolah terdapat jendela kecil di luar sana
yang akan menunjukkan jalan ke arah kesuksesan.Tak hanya melulu bicara
hal-hal serius yang memeras otak,di sela- sela pembicaraan mereka
terkadang menyematkan sedikit humor penyegar suasana. Dan
motivator-motivator seperti mereka juga sudah banyak bermunculan di Kota
Surabaya. Salah satu motivator asal Surabaya adalah Johan Yan. Ia
mengemukakan ketika kita menyampaikan pengharapan pada seseorang, pada
saat itu kita menjalankan fungsi motivator.
Motivasi merupakan
kehendak untuk melakukan sesuatu. Sejak dulu manusia sudah memiliki
motivasi, misalnya untuk bertahan hidup dari ganasnya alam. ”Namun di
era modern seperti saat ini dan kesibukan hari-hari kita menjadi
kehilangan motivasi. Ketika perekonomian terpuruk, maka motivasi sangat
dibutuhkan,” katanya. Direktur Total Quality ini mengungkapkan dalam
dunia motivasi terdapat dua jenis yakni corporate motivator dan personal
motivator.Ada empat persoalan yang ditangani corporate motivator.
Antara
lain pembenahan keuangan perusahaan; learning and growth yang banyak
mengupas peningkatan sumber daya manusia dalam perusahaan; internal
bisnis proses yang mencakup sistem dalam perusahaan; dan customer yakni
cara membentuk pelanggan dari yang awalnya puas menjadi loyal.
”Coorporate motivatorharus mampu menjamin peningkatan produktivitas dari
perusahaan,”katanya. Sedangkan personal motivator hanya membidik
pemberdayaan karyawan perusahaan saja. Personal motivator tidak dituntut
untuk memiliki kemampuan dan pengelola keuangan perusahaan.Mereka juga
tidak menyentuh soal pelanggan perusahaan.
” Bedanya kalau
corporatemotivatoritumemotivasiperusahaan dan apapun yang ada di
dalamnya.Sedangkan personal motivator itu, memotivasi
perorangan,”terangnya. Saat ini jumlah corporate motivatorlebih kecil
dibanding personal motivator. Di Surabaya jumlahnya diperkirakan tidak
sampai 10 perusahaan.Sedangkan yang berstatus personal motivator
jumlahnya mencapai puluhan. Itulah yang menjadikan bisnis corporate
motivator dalam ranah blue ocean.Sedangkan personal motivator sudah red
ocean karena sudah banyak pemain di area ini.
Soal tarif,Johan
Yan mengaku saat ini dia memiliki klien sebanyak 60 perusahaan. Tarif
yang dipatok untuk satu perusahaan bisa mencapai Rp1 miliar, bergantung
jenis dan profil perusahaan. Hubungan antara Total Quality dan
perusahaan merupakan mitra.Durasi hubungan kerjasama ini
bulanan.Personal motivator tidak memiliki klien dan hanya mengadandalkan
pendapatan dari penjualan tiketseminar.”Saya pribaditarif yang saya
pasang untuk per menit Rp1 juta.
Jadi kalau enam puluh menit,
enam puluh juta rupiah. Saya akui motivasi merupakan lahan bisnis yang
sangat subur,”papar alumnus Universitas Kristen (UK) Petra ini. Seorang
motivator lain Hendri Hartopo mengatakan profesi motivator tak jauh beda
dengan artis.Saat ini motivator sudah berubah sedemikian rupa menjadi
ajang entertainment. Sehingga sangat wajar jika tarif para motivator
cukup mahal seperti halnya mendatangkan artis. Motivator tak hanya
dituntut untuk menyampaikan nasehat dan petuahpetuah yang menyejukkan
tapi juga harus menghibur.
”Komedian Tukul misalnya dia dibayar
mahal karena humor- humornya. Jadi, kalau untuk mengukur tarif motivator
sangat sulit tapi memang memang mahal. Di dunia motivator antara
pendidikan dan hiburan sudah menyatu. Karena apa yang disampaikan
motivator itu juga harus menghibur,” ujar motivator keuangan ini. Dia
menambahkan bertumbuhnya bisnis motivasi di Indonesia tak lepas dan
keinginan masyarakat untuk belajar.Belajar dalam soal apapun. Baik dalam
soal kehidupan atau pekerjaan.
Mayoritas masyarakat dalam era
industrialisasi dan modernisasi seperti sekarang membutuhkan hasil
instan. Misalnya beli properti tanpa uang atau kaya hanya dalam hitungan
hari dan lain sebagainya. Maka munculah pelatihan dan seminar untuk
mewujudkan keinginan tersebut.
”Di Indonesia, peran edukasi pada
masyarakat tidak dilakukan pemerintah.Sehingga,peran ini diambil oleh
swasta melalui pelatihan dan seminar tentang motivasi,”paparnya.
lukman hakim, seputar-indonesia.com